Jumat, 25 Maret 2011

SOE HOK GIE

Aku tak tahu mengapa,
 
Aku merasa agak melankoli malam ini


Aku melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas kotaku dengan warna-warna baru, seolah-olah semuanya dikombinasikan dalam satu wajah kemanusiaan, semuanya terasa mesra tapi kosong.

Seolah olah aku merasa diriku yang lemas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan.

Perasaan sayang yang amat menguasaiku
Aku ingin memberikan suatu rasa cinta pada manusia!
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih selembut dahulu?

Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil memebenarkan letak leher ke mejaku
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah pandala wangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belahan angin yang menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?
Ketika ku dekap, kau dekap lah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
“Ku dengar degap jantungmu”
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam CINTA

Hari pun menjadi malam
Ku lihat semuanya menjadi muram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tida kita mengerti
Seperti kabut pagi itu

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah di makkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
Tapi aku ingin mengahabiskan waktuku di sisimu sayangku
Bicara tentang kucing-kucing ita kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis dipandala wangi
Ada serdadu Amerika yang mati kena bom di mindanau
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tidak satu setanpun tahu
Mari sini sayangku
Kalian yang pernah mesra
Yang pernah baik dan simpati padaku
Tataplah kelangit luas
Atau awan yang mendung
Kita tidak pernah menanamkam apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan
Yang kedua dilahirkan tapi muda
Dan yang tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda
Makhluk kecil kembalilah dari tiada ketiada


Berbahagialah dalam ketiadaanmu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar