Kamis, 16 Juni 2011

Ganti Password sesering mungkin

Google: Ganti Password Email 2 Kali Setahun

Logo Google
CALIFORNIA - Email merupakan layanan yang paling rawan diterobos oleh 'tamu tak diundang'. Untuk itulah Google menyarankan kepada pengguna email untuk selalu mengubah password dua kali dalam setahun.

Sebagian besar pengguna internet sekarang memang harus meningkat kewaspadaannya terhadap pesan spam karena penipu semakin berfokus pada layanan web populer seperti Gmail, Facebook, Yahoo, dan Hotmail.

Mereka akan masuk ke akun email dan kemudian mengirim pesan ke korban melalui kontak, sambil berharap bahwa spam akan lebih efektif karena berasal dari seorang teman.

"Orang-orang jauh lebih mungkin untuk menanggapi pesan dari seseorang yang mereka kenal," kata Andrew Brandt, peneliti ancaman inytenet dari Webroot, seperti dilansir PC Advisor, Senin (18/10/2010).

Spam bisa menyertakan link ke situs farmasi penipuan, halaman phishing palsu, atau permintaan untuk uang. Dalam salah satu penipuan yang telah berjalan selama lebih dari setahun saat ini, penjahat cyber berpura-pura bahwa dia terjebak di negara asing dan meminta teman-teman dari korban untuk membantu dana.

Korban biasanya tidak tahu bagaimana akun mereka dirusak, namun menurut Google ada beberapa cara ini bisa terjadi. Username dan password sering dicuri dalam serangan phishing, atau melalui perangkat lunak berbahaya yang mencatat mereka informasi pribadi mereka.

Kadang-kadang para penjahat hack ke situs web yang terkait dengan account Google.

"Jika situs yang Anda hack dan sign-in informasi ditemukan, pembajak memiliki akses mudah ke Google Account," tulis Priya Nayak, salah satu pejabat Google.

Dan kadang-kadang orang-orang jahat hanya menebak dengan benar. "Anda menggunakan password yang mudah ditebak, seperti nama pertama atau terakhir ditambah tanggal lahir Anda ('Laura1968'), atau anda menyediakan jawaban untuk pertanyaan rahasia yang umum dan mudah ditebak, seperti Pizza, pada makanan favorit," tandasnya.



source : Okezone

PSIKOLOGI ANAK dan PENDIDIKAN

(Kumpulan artikel dari webs �� dirangkum oleh Zainul Muttaqin)
PENDAHULUAN
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah
pahala yang besar. (QS 64:15)
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri
kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwa. (QS 25:74)
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan
kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang
Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.
Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang
yang berserah diri". (QS 46:15)
Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyeasali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan,
ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

PSIKOLOGI ANAK & PENDIDIKAN
BAB 1 : UMUM
1. Menciptakan Anak Pintar Sejak Dalam Kandungan ADALAH hal yang sangat naif, ketika seorang anak menjadi bodoh, nakal, pemberang, atau bermasalah, lalu orang tua menyalahkan guru, pergaulan di sekolah, dan lingkungan yang tidak beres. Tiga faktor itu hanya berperan dalam proses perkembangan anak, sedangkan bakat anak itu menjadi bodoh, nakal, atau pemberang justru terletak dari bagaimana orang tua memberikan awal kehidupan si anak tersebut.
Bukan hal aneh bahwa seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Malah, sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya. Untuk bisa seperti itu, orang tua harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih sayang, dan stimulasi. Bicara tentang kecerdasan, tentu saja tidak bisa lepas dari masalah kualitas otak, sedangkan kualitas otak itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Secara prinsip, perkembangan positif kecerdasan sejak dalam kandungan itu bisa terjadi dengan memperhatikan banyak hal. Pertama, kebutuhan-kebutuhan biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar terpenuhi. Seorang ibu hamil, gizinya harus cukup. Artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik. Selain itu, seorang ibu hamil tidak menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi itu sendiri, sebenarnya bukan hanya ketika ibu mengandung, melainkan ketika ia siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya harus lengkap, sehingga ketika ia hamil, dari segi fisik sudah siap dan proses kehamilan akan berlangsung optimal secara nutrisi.
Tapi, memang di Indonesia atau di negara-negara berkembang pada umumnya--boleh dikatakan sangat jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerap kehamilan dianggap sebagai suatu yang mengejutkan. Berbeda dengan yang terjadi di negara-negara maju. Inilah yang cenderung menjadi penyebab awal mengapa anakanak yang lahir kemudian tidak berkualitas, karena orang tua seakan tidak siap dalam segala hal untuk memelihara anaknya.
Faktor kedua adalah kebutuhan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal. "Si ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya," kata mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia itu. "Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya," tambahnya.

Jumat, 08 April 2011

KATA BIJAK KEHIDUPAN TERBARU


Kata bijak kehidupan ini saya harapkan menjadi inspirasi pengunjung blog peluang usaha ini. Kata bijak tentang kehidupan yang saya yakini menjadi bagian penting dari sebuah proses kehidupan. Sebeluamnya saya juga memposting kata bijak tentang cinta silahkan anda kunjungi. Ada juga kata mutiara motivasi dan kata mutiara persahabatan serta kata mutiara cinta.

Jumat, 25 Maret 2011

Learning Second Language

Foertsch (1998) describes second-language learning as an important factor that influences how children learn to read:
"The ways in which children communicate in their home cultures are critical to the development of written language models of reading and writing. The home language of students provides the foundation for the emergence of reading and writing behaviors.

If there is a mismatch between the structures, values, and expectations of the home language and school language, children may be at a disadvantage for success in early reading tasks, and thus spend their entire school careers attempting to catch up (Gay, 1988; Snow, 1992).

SOE HOK GIE

Aku tak tahu mengapa,
 
Aku merasa agak melankoli malam ini


Aku melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas kotaku dengan warna-warna baru, seolah-olah semuanya dikombinasikan dalam satu wajah kemanusiaan, semuanya terasa mesra tapi kosong.